Saturday, December 26, 2009

liLlaah, bukan, dan belum



seringkali kita menunda kebaikan
atas alasan hati
yang merasa BELUM "liLlaah"

tapi tanpa sadar
ternyata penundaan kita
juga BUKAN "liLlaah"
jika yang satu "belum"
dan yang satu "bukan"
alangkah indah memilih bertindak bersama "belum"
karena jauh lebih mudah
membawa BELUM kepada SUDAH
daripada mengubah BUKAN
menjadi YA

dan karena Allah berjanji menolong mereka yang belum
"orang-orang yang berpayah untuk menjalankan perintah",
begitu firmanNya
"pasti Kami tunjukkan pada mereka jalan-jalan hidayah"

di sinilah nalar iman itu;
kerjakan apa yang kita telah mampu
dan Allah yang akan menolong kita
pada hal-hal yang tak kita mampu

yang berada dalam kuasa kita
adalah hal-hal yang lahir sifatnya
sedangkan hati adalah milikNya
maka alangkah tulus dan jujur
sang Rasul yang berkata tentang isteri-isterinya
"inilah pembagianku atas apa yang kukuasai
maka janganlah engkau hardik aku ya Allah,
tentang hatiku yang adalah kuasaMu"

dari sini kita tahu
ada saatnya
tugas seorang hamba adalah berbuat
dan usahlah hirau akan sang hati
yang berada dalam genggamanNya
dan firman Allah itupun terasa indah;
"berangkatlah dalam keadaan ringan ataupun berat"

-Salim A. Fillah-

2 comments:

seorang musafir said...

berat2,tp dgn berat i2la baru meningkat.bukan peningkatan namanya jika xrasa susah.meningkat utk mjd hambaNya yg terbaik..
muhasabah(,-_-)

Ahsani Taqwiim said...

la haula wala quwwata illa billahil 'aliyyul 'azzimm.

astaghfirullahal 'azimmmmmm..

tahajud dan munajat hamba di sepertiga malam.
syiro, jom qiam.