Thursday, January 21, 2010

Sudahkah aku?



Sejenak bertafakkur….,

Pada hari ini, sudahkah aku…...



Mengingat Alloh ketika bangun tidur?

Bangun shalat malam?

Mendoakan saudara seiman, para mujahid dan ulama' amilin fi sabilillah?

Berdoa dan beristighfar di seperti malam terakhir?

Shalat lima waktu dengan berjama'ah?

Berdo'a dengan do'a -do'a ma'tsur?

Shalat isroq yang berpahala haji dan umroh, sempuna-sempurna-sempurna?

Membaca Adzkar shobah wal masaa'?

Membaca Al-Qur'an walau hanya satu lembar?

Mentadabburi makna Al-Qur'an dan mengamalkan isinya?

Menambah hafalan Al-Qur'an?

Mendakwahkan Islam?

Berinfak fi sabilillah?

Menambah ilmu dien?

Mendo'akan kedua orangtuaku?

Menyambung tali silaturrahmi?

Menolong saudaraku yang sedang kesusahan?

Menjaga shalat rawatib dan nawafil?

Memuji Alloh atas nikmat pendengaran, penglihatan, hati serta nikmat-nikmat yang lain?

Bershalawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم ?

Beristighfar atas dosa-dosa yang pernah ku lakukan?

Beramarma'ruf nahi munkar?

Menangis karena takut siksa Alloh?

Memohonkan ampunan untuk kaum muslimin dan muslimat seluruhnya?

Mengikuti sunnah nabi dalam perkataan dan perbuatan?

Menundukkan pandangan dari melihat yang diharamkan?

Menjauhkan diri dari ikhtilath?

Mengingat mati, mengingat siksa kubur, hari akhir dan segala mara bahayanya?



JAWABNYA ;; BELUM...BELUM...BELUM...BELUM...BELUM....



Kalau toh sebagian ada yang aku lakukan –misalnya-, maka pertanyaan selanjutnya,
"Apakah aku sudah melakukannya dengan dilandasi khouf, roja' dan
mahabbah?"


Sungguh aku tak pernah berani berpendapat bahwa ada satu amalan yang aku kerjakan itu diterima oleh Allah. Kalau aku tahu ada satu amalanku saja yang diterima oleh Allah, niscaya aku memohon kepada-Nya agar disegerakan saja bersua dengan-Nya……


karena,
إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
"Allah hanya akan menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa."
(Al-Maidah; 27).


"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr : 18)



Hasan Al-Bashri juga berkata,"Seorang mukmin itu pemimpin bagi dirinya sendiri. Ia bermuhasabah karena Alloh. Sesungguhnya hisab pada hari kiamat nanti akan ringan bagi mereka yang bermuhasabah di dunia. Dan sebaliknya hisab akan berat bagi kaum yang menempuh urusan ini tanpa bermuhasabah diri."

source: dari seorang teman indonesia