Monday, January 11, 2010

adakah harus menanti atau mencari?



Sahabat, Hidayah itu harus dicari dan dipelihara...
bukan ditunggu atau dibiarkan terbengkalai..

Selalu ada seribu alasan untuk menunda ibadah kepada Allah SWT.

Boleh juga dikatakan, selalu ada seribu alasan untuk menghindar dari perubahan menjadi lebih baik.
Hal itu lebih tepat untuk menggambarkan sebahagian orang yang jika diajak kepada kebaikan kemudian menjawab “Belum sedia” "Belum mampu" atau “Belum mendapat hidayah” atau “tunggu saja lah” .. 
Semoga kita bukan salah satunya…

Hidayah itu perlu dicari dan dikejar, sahabat.. 
bukan ditunggu seperti menunggu datangnya hujan di musim summer atau menanti FREE bus di Auckland city.

Dan jika kita merasa sudah mencari, cubalah kita introspeksi diri terlebih dahulu, benarkah kita sudah membuka hati dan berjuang untuk meraih hidayah dan petunjukNya..?

Ibarat kata, bagaimana hidayah mahu datang kalau  setiap hari asyik dengan youtube, korean drama, japanese drama, Game, Majalah Hiburan,manga, shopping, sementara Al- Qur’an, Hadis, dan buku – buku Islami hanya mendapat kerlingan dan senyuman HAMBAR  – 

Bagaimana ingin ‘beranjak’ jika kawan yang didekati pun membawa kita pada arah yang berlawanan, sementara saudara seperjuangan yang soleh solehah menunggu dengan tangan terbuka penuh keikhlasan…
TAPI KITA MENEPIS TANGAN ATAU MEMBALAS DENGAN PANDANGAN TAJAM PENUH BENCI.


Bagaimana mahu mempersiapkan diri kalau diri sendiri memang tak bergerak untuk mempersiapkan?

Rasulullah SAW mengingatkan kita,

"Sesungguhnya iman dalam hati salah seorang kamu akan usang dan lusuh seperti mana usang dan lusuhnya pakaian. Oleh itu , mohonlah kepada Allah agar Dia memperbaharui iman dalam hatimu". (HR. At – Tabarani)

Yaamuqollibal Quluub.. Tsabbit Qalbii ‘alaa thaa ‘atika wa diinika
“Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku dalam ketaatan kepadaMu dan agama –Mu”

"Hannad menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, dari Al A'masy, dari Abu Sufyan, dan dari Anas, ia berkata, "Rasulullah memperbanyak bacaan "Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hati kami dalam agamamu" (Yaa Muqollibal quluubi Tsabbit Qalbii 'Alaa Diinik). Aku berkata, "Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan beriman terhadap ajaran yang engkau bawa. Apakah engakau khawatir terhadap kami?" Beliau menjawab, "Ya, sesungguhnya hati itu berada diantara dua jari Allah. Allah akan membolak-balikan sesuka-Nya."(HR. Ibnu Majah)..

Astaghfirullah Astaghfirullah Astaghfirullah...

Sahabat, semoga kita selalu MUHASABAH, adakah harus menanti atau mencari?

faqir ila ALLAH,
atiqah.