Friday, August 20, 2010

Saya suka menangis

"Asyik-asyik menangis tqa ni.." desir hati kecilku.


"mudah sangat menangis kan.."


"bila lah masanya tqa nak berhenti menangis???"


"takkan selamanya nak menangis?"


hmm.. jawapannya ada di bawah ini wahai sang hati mulus atiqah :




Dari Abu Umamah Shuday bin `Ajlan al-Bahiliy r.a Nabi Saw. bersabda, "Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah dari dua tetesan. Beliau menyebutkan, satu diantaranya adalah tetesan air mata yang keluar karena takut pada Allah Swt." (H.R Tirmidzi).

insyaalllah atiqah..

menangis lah andai itu yang mampu melembutkan hatimu..

menangislah andai itu bisa membahagiakan dirimu..

kerana ALLAH sukakan tangisanmu..

jangan berhenti menangis!

air mata itu satu nikmat..

menangislah kerana TUHANMU, atiqah!
kerana kau mengenangkan dosa maksiat mu yang lalu..
kerana kau mengenangkan betapa banyak masa kau bazirkan..

menangislah..
merayu lah moga terampuni dosa-dosamu..

menangislah...
pintalah segala apa yang kau mahu pinta..

menangislah..
ceritakan apa sahaja rasa hatimu pada RABB mu atiqah..

menangislah..

Kau menyembah ALLAH!



 AIR MATA ATIQAH UNTUK ALLAH, ya?

Insyaallah, lagu MUNAJAT ini mampu buat anda menangis. klik disini..



................................................



SEKILAS KISAH PARA SAHABAT DAN TABIIEN KITA TENTANG TANGISAN :



Umar bin Khattab adalah orang yang paling keras  di zamannya sampai ada kisah pernah mengubur hidup-hidup anak perempuannya kerana malu. Asy-Sya`bi mengisahkan suatu hari Umar mendengar seorang laki-laki membaca sepotong ayat yang artinya

“Sesungguhnya azab Rabbmu pasti terjadi. Tidak seorang pun yang dapat menolaknya.” [QS. Ath-Thur: 7-8].
Seketika Umar pun menangis dan tangisnya semakin menjadi-jadi. Maka ditanya oleh para sahabat tentang hal tersebut. Dia pun menjawab, “Tinggalkan aku sendiri! Kerana aku telah mendengar sumpah yang haq itu dari Rabbku.”
Al-Marwadzi menuturkan bahwa Imam Ahmad jika mengingat kematian, air matanya tak dapat tertahankan. Ia berkata, “Ketakutan menghalangi aku dari makan dan minum. Apabila aku mengenang kematian menjadi hinalah seluruh isi dunia di hadapanku. Sesungguhnya ia hanyalah makanan dan pakaian (yang tiada artinya dibandingkan dengan yang ada di akhirat). Sesungguhnya hari-hari di dunia adalah hari-hari yang sedikit tidak sebanding dengan kefakiran, kalau sekiranya aku menemukan suatu jalan niscaya aku akan keluar dari jalan tersebut sehingga aku tidak akan pernah mengenang kematian.”
Dari Syaqiq bin Salamah, dia berkata, “Kami pernah masuk ke rumah Khabbab radhiyallahu’anhu untuk menjenguknya, lalu Khabbab berkata, ‘Di dalam kotak ini ada 80 ribu dirham. Aku tak pernah mengikatnya dengan tali, dan tidak pula menahannya dari orang yang meminta.’ Kemudian orang-orang bertanya, ‘Lantas apa yang membuat anda menangis?’ Khabbab menjawab, ‘Para sahabatku telah pergi, dan dunia tidak membuat mereka kekurangan sedikit pun (karena zuhud). Lalu tersisalah orang-orang seperti kita (yang hidup bergelimang harta) sampai-sampai tidak mendapatkan tempat untuk menaruhnya kecuali tanah’.” [diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim, dan riwayat lain yang menguatkannya ada di Shahih al-Bukhari]
Banyak kisah-kisah para sahabat yang menceritakan betapa mudahnya air mata mereka bercucuran tatkala dibacakan ayat-ayat Allah. Sungguh air mata itu mahal nilainya, hanya orang-orang bijak yang akan menumpahkan air matanya diwaktu dan tempat yang tepat.
Nah bagaimana dengan kita kawan? Sudah berapa banyakkah air mata kita yang tumpah karena takut akan siksa Allah? Sudah berapa seringkah air mata kita bercucuran saat membaca ayat-ayat Allah? 

Mari menyembah ALLAH, sahabat!

2 comments:

ibnuazlan said...

Alangkah indahnya kalau mata ana pun mudah dibasahi tangisan kerana Allah ^_T

Atiqah Humaira said...

paksa diri kot untuk menangis..
insyaallah..lama2 akan jadi mudah.