Disepak-disepak,
Di pijak-pijak,
Di hentam-hentam,
jiwa.
luka berdarah.
lemah xbermaya.
seolah aku bukan manusia.
manusia yang tak punya hati perasaan.
hidup jangan pernah berharap pada kebaikan orang.
apa lagi belas ehsan.
ada kaki, berpijak di daratan sendiri.
ada tangan, suap makanan di mulut sendiri.
secacat manapun,
masih punya sisa kudrat untuk hidup.
ini realiti. sedar. sedar!
Tuesday, April 26, 2011
Monday, April 25, 2011
ciuman
kuasa ciuman
subhanaALLAH,
menakjubkan..
menyegarkan...
menghangatkan..
memulihkan..
menenteramkan..
menguatkan..
kuasa ciuman itu!
kuasa ciuman itu!
mahu lagi.
ciuman ibu,
ciuman ayah,
ciuman adik-adik
dan ciuman seorang teman menyejuk mata menawar hati!
ciumlah.. dan berikan ciuman kamu.
subhanaALLAH,
menakjubkan..
menyegarkan...
menghangatkan..
memulihkan..
menenteramkan..
menguatkan..
kuasa ciuman itu!
kuasa ciuman itu!
mahu lagi.
ciuman ibu,
ciuman ayah,
ciuman adik-adik
dan ciuman seorang teman menyejuk mata menawar hati!
ciumlah.. dan berikan ciuman kamu.
Saturday, April 23, 2011
dont compare
dont compare your result with others,
you would suffer inside
dont compare your fate with others,
you would suffer inside
dont compare your problem with others,
you would suffer inside
dont compare your misery with others,
you would suffer inside
dont compare your happiness with others,
y0u would suffer inside
dont ever compare with others, anything that you own,
you would definitely suffer inside.
appreciate what you have. at least, you still have one.
yes, at least you still have something,
while the unfortunate, have NONE =)
ALHAMDULILLAH.
you would suffer inside
dont compare your fate with others,
you would suffer inside
dont compare your problem with others,
you would suffer inside
dont compare your misery with others,
you would suffer inside
dont compare your happiness with others,
y0u would suffer inside
dont ever compare with others, anything that you own,
you would definitely suffer inside.
appreciate what you have. at least, you still have one.
yes, at least you still have something,
while the unfortunate, have NONE =)
ALHAMDULILLAH.
Sunday, April 17, 2011
tsiqah billah : YAKIN PADA ALLAH
Berikut adalah kisah nyata yang pernah disampaikan oleh Syekh Muhammad Hassan, semoga Allah SWT memberkati ilmu dan umurnya
Kisah tentang seorang wanita yang ditinggal pergi oleh suaminya karena suatu urusan, kepergian yang berkepanjangan.
Wanita tersebut menuturkan:
Saat suami saya pergi, dan ternyata kepergiannya berkepanjangan, saat itu tinggal bersama kami orang tua suami yang sudah sangat berumur dan menderita penyakit yang sudah sangat parah. Dan – Alhamdulillah – kami dikaruniai Allah SWT seorang anak perempuan yang masih kecil. Keluarga kami adalah keluarga yang sangat miskin, jika kami makan siang, maka kami tidak makan malam, dan sebaliknya. Kondisi seperti ini sudah berlangsung lama pada keluarga kami.
Pada suatu malam, saat kami sedang menderita kelaparan dengan sangat berat, tiba-tiba anak perempuannya terkena demam serius, badannya sangat panas, tubuhnya menggigil dengan sangat kuat, padahal bapak mertua juga tidak dalam keadaan yang baik, saya sendiri juga sangat lapar, dan perut sudah berkelit-kelit. Saat itu saya teringat kepada Q.S. An-Naml: 62
أَمَّنْ يُجْيْبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْءَ ... [النمل : 62]
Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan
Ya, betul, bukankah kami sedang dalam kesulitan dan kesulitan, bukankah kami dalam keadaan lapar, sakit, fakir, kanker, dan … banyak dosa?
Teringat ayat tersebut, saya segera berwudhu, lalu aku basahi potongan kain dengan air, lalu saya tempelkan pada dahi putri saya, maksudnya adalah mengkompress-nya agar panasnya mereda, sebab kami tidak mempunyai es untuk mengkompresnya. Setelah itu aku berdiri untuk melakukan shalat hajat. Selesai shalat, saya berdo’a kepada Allah SWT. Lalu kuganti kain kompres yang telah mongering dengan kain basah yang baru, lalu aku shalat lagi dan berdo’a lagi, begitu seterusnya berulang-ulang aku melakukannya.
Tiba-tiba pintu rumah diketuk orang dan saat saya buka, ternyata seorang dokter berdiri di depan pintu. Dokter? Ya.. yang berdiri di depan pintu adalah seorang dokter yang datang ke rumah kami di tengah malam. Sang dokter bertanya: “Mana putrimu yang sakit itu?”. Sambil menyimpan rasa bingung dan belum hilang rasa terkejut saya, saya menjawab: ‘Ada di dalam. Sang dokter masuk rumah dan langsung memeriksa putri saya. Selesai memeriksa, sang dokter menyuguhkan faktur biaya yang harus kami bayar. Maka saya pun menjawab: “Mohon maaf, karena kami tidak memiliki apa-apa, kami tidak mempunyai uang, kami tidak mempunyai sesuatu apa pun untuk membayar tagihan ini.
Sambil marah sang dokter menjawab: “Kalau memang tidak mempunyai apa-apa, kenapa kamu menelpon kami di tengah malam, sehingga saya tergopoh-gopoh bangun dan berangkat ke tempat ini!”.
Wanita itu menjawab sambil gemetaran karena teringat harus membayar biaya pemanggilan dokter, biaya periksa dan biaya obat: “Mohon maaf dokter, di rumah kami tidak ada telpon!”.
Dengan bingung dokter menjawab: “Bukankah ini rumah si fulan?”
Sang wanita menjawab: “Bukan, si fulan itu adalah tetangga sebelah kami”.
Dokter terdiam sejenak, lalu pergi berpamitan.
Tidak berapa lama dokter itu datang lagi sambil menangis, dan ia berkata: “demi Allah, saya tidak akan keluar dari rumah ini sebelum kami mengetahui kisah kalian, sebab, saat kami datangi rumah si fulan itu, mereka dalam keadaan tidur semua, dan saat kami bangunkan, mereka ternyata tidak memiliki anggota keluarga yang sakit”.
Maka wanita tersebut menceritakan kondisinya secara lengkap, termasuk cerita tentang bagaimana ia memohon kepada Allah SWT, sehingga sang dokter itu tiba.
Segera sang dokter itu pergi lalu kembali lagi dengan membawa makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya, dia juga membawa obat. Lalu ia berkata kepada wanita tersebut: “Nanti setiap bulan insyaAllah aka nada yang datang ke sini untuk memberi kafalah kepada kalian, begitu seterusnya sampai waktu yang Allah SWT kehendaki”.
Sungguh, ini sebuah kisah yang menggambarkan betapa penting tsiqah dan I’timad (bersandar) kepada Allah SWT
Kisah tentang seorang wanita yang ditinggal pergi oleh suaminya karena suatu urusan, kepergian yang berkepanjangan.
Wanita tersebut menuturkan:
Saat suami saya pergi, dan ternyata kepergiannya berkepanjangan, saat itu tinggal bersama kami orang tua suami yang sudah sangat berumur dan menderita penyakit yang sudah sangat parah. Dan – Alhamdulillah – kami dikaruniai Allah SWT seorang anak perempuan yang masih kecil. Keluarga kami adalah keluarga yang sangat miskin, jika kami makan siang, maka kami tidak makan malam, dan sebaliknya. Kondisi seperti ini sudah berlangsung lama pada keluarga kami.
Pada suatu malam, saat kami sedang menderita kelaparan dengan sangat berat, tiba-tiba anak perempuannya terkena demam serius, badannya sangat panas, tubuhnya menggigil dengan sangat kuat, padahal bapak mertua juga tidak dalam keadaan yang baik, saya sendiri juga sangat lapar, dan perut sudah berkelit-kelit. Saat itu saya teringat kepada Q.S. An-Naml: 62
أَمَّنْ يُجْيْبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْءَ ... [النمل : 62]
Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan
Ya, betul, bukankah kami sedang dalam kesulitan dan kesulitan, bukankah kami dalam keadaan lapar, sakit, fakir, kanker, dan … banyak dosa?
Teringat ayat tersebut, saya segera berwudhu, lalu aku basahi potongan kain dengan air, lalu saya tempelkan pada dahi putri saya, maksudnya adalah mengkompress-nya agar panasnya mereda, sebab kami tidak mempunyai es untuk mengkompresnya. Setelah itu aku berdiri untuk melakukan shalat hajat. Selesai shalat, saya berdo’a kepada Allah SWT. Lalu kuganti kain kompres yang telah mongering dengan kain basah yang baru, lalu aku shalat lagi dan berdo’a lagi, begitu seterusnya berulang-ulang aku melakukannya.
Tiba-tiba pintu rumah diketuk orang dan saat saya buka, ternyata seorang dokter berdiri di depan pintu. Dokter? Ya.. yang berdiri di depan pintu adalah seorang dokter yang datang ke rumah kami di tengah malam. Sang dokter bertanya: “Mana putrimu yang sakit itu?”. Sambil menyimpan rasa bingung dan belum hilang rasa terkejut saya, saya menjawab: ‘Ada di dalam. Sang dokter masuk rumah dan langsung memeriksa putri saya. Selesai memeriksa, sang dokter menyuguhkan faktur biaya yang harus kami bayar. Maka saya pun menjawab: “Mohon maaf, karena kami tidak memiliki apa-apa, kami tidak mempunyai uang, kami tidak mempunyai sesuatu apa pun untuk membayar tagihan ini.
Sambil marah sang dokter menjawab: “Kalau memang tidak mempunyai apa-apa, kenapa kamu menelpon kami di tengah malam, sehingga saya tergopoh-gopoh bangun dan berangkat ke tempat ini!”.
Wanita itu menjawab sambil gemetaran karena teringat harus membayar biaya pemanggilan dokter, biaya periksa dan biaya obat: “Mohon maaf dokter, di rumah kami tidak ada telpon!”.
Dengan bingung dokter menjawab: “Bukankah ini rumah si fulan?”
Sang wanita menjawab: “Bukan, si fulan itu adalah tetangga sebelah kami”.
Dokter terdiam sejenak, lalu pergi berpamitan.
Tidak berapa lama dokter itu datang lagi sambil menangis, dan ia berkata: “demi Allah, saya tidak akan keluar dari rumah ini sebelum kami mengetahui kisah kalian, sebab, saat kami datangi rumah si fulan itu, mereka dalam keadaan tidur semua, dan saat kami bangunkan, mereka ternyata tidak memiliki anggota keluarga yang sakit”.
Maka wanita tersebut menceritakan kondisinya secara lengkap, termasuk cerita tentang bagaimana ia memohon kepada Allah SWT, sehingga sang dokter itu tiba.
Segera sang dokter itu pergi lalu kembali lagi dengan membawa makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya, dia juga membawa obat. Lalu ia berkata kepada wanita tersebut: “Nanti setiap bulan insyaAllah aka nada yang datang ke sini untuk memberi kafalah kepada kalian, begitu seterusnya sampai waktu yang Allah SWT kehendaki”.
Sungguh, ini sebuah kisah yang menggambarkan betapa penting tsiqah dan I’timad (bersandar) kepada Allah SWT
Thursday, April 14, 2011
sink and swim
bismillahirrahmanirrahim.
i know im half "dead". sink.
but a little tiny hope, over there
yes, over there.
ABOVE there
actually.
makes me slowly learn to swim.
slow pace. aha!
but yet, im still alive.
alhamdulillah.
i know im half "dead". sink.
but a little tiny hope, over there
yes, over there.
ABOVE there
actually.
makes me slowly learn to swim.
slow pace. aha!
but yet, im still alive.
alhamdulillah.
Wednesday, April 13, 2011
Balik Perlis
Bismillahirrahmanirrahim..
Insyaalllah, semalam sudah selesai membeli tiket. maka, lusa tiqah akan bertolak ke Perlis, menyelesaikan beberapa urusan di rumah. Membantu mak, dan menasihati adik-adik2. Banyak yang HARUS dilakukan balik hujung minggu ini.
Rasa berbelah bahagi antara daurah, balik kampung dan assignment.
Daurah start sabtu hingga ahad.
Balik Kampung, satu tuntutan hak yang amat besar untuk bantu mak.
Assignment worths 70% and it is the last assignment for this semester, should be submitted by Tuesday.
Pening. Duduk sejenak dan berfikir. yang mana lebih AULA?
Daurah: Tuntutan diri, tapi Islam, tarbiyyah dan dakwah itu sepanjang hayat.
Hak Ibu bapa: Tuntutan redha ALLAH bersana redha mak. Hayat mereka sampai bila? Selagi hayat mereka ada harus berbakti.
Assignment: Rezeki sudah termakbul di atas sana. mengapa perlu risau. Buat sekadar mampu.
insyaallah, keputusan untuk pulang ke kampung minggu ini. lillahui taala.
Beratnye keputusan, besarnya ujian.
petikan kata seorang ukhti:
Kita terpilih untuk menerima ujian, maka kita ini berada di dalam pandangan Allah. Ibarat seorang gadis ayu yang sentiasa dipandang oleh seorang kekasihnya. Pasti kekasihnya suka merenung wajahnya,ambik berat hal dirinya dan berbagai-bagai perhatian diberikan. Maka begitulah keadaan orang yang sering diuji. Selalu dipandang ALLAH.
Apabila sering diuji, didatang berbagai-bagai masalah,bilakita tenang dan terima dengan redha dan sabar, pasti ada jalan keluar yang Allah datangkan. Jiwa akan tenang dan lapang. Tidak ada resah dan gelisah apatah lagi rasa serabut.
Maka belajarlah hadapi sesuatu ujian dan dugaaan itu dengan tenang dan terima dengan redha. Redha ini memang mudah disebut sukar untuk diterima. Belajarlah, lama-lama didikan untuk menjadi redha dan sabar akan jadi perhiasan diri.
Sekian entri kali ini, semoga bermanafaat.
Insyaalllah, semalam sudah selesai membeli tiket. maka, lusa tiqah akan bertolak ke Perlis, menyelesaikan beberapa urusan di rumah. Membantu mak, dan menasihati adik-adik2. Banyak yang HARUS dilakukan balik hujung minggu ini.
Rasa berbelah bahagi antara daurah, balik kampung dan assignment.
Daurah start sabtu hingga ahad.
Balik Kampung, satu tuntutan hak yang amat besar untuk bantu mak.
Assignment worths 70% and it is the last assignment for this semester, should be submitted by Tuesday.
Pening. Duduk sejenak dan berfikir. yang mana lebih AULA?
Daurah: Tuntutan diri, tapi Islam, tarbiyyah dan dakwah itu sepanjang hayat.
Hak Ibu bapa: Tuntutan redha ALLAH bersana redha mak. Hayat mereka sampai bila? Selagi hayat mereka ada harus berbakti.
Assignment: Rezeki sudah termakbul di atas sana. mengapa perlu risau. Buat sekadar mampu.
insyaallah, keputusan untuk pulang ke kampung minggu ini. lillahui taala.
Beratnye keputusan, besarnya ujian.
petikan kata seorang ukhti:
Kita terpilih untuk menerima ujian, maka kita ini berada di dalam pandangan Allah. Ibarat seorang gadis ayu yang sentiasa dipandang oleh seorang kekasihnya. Pasti kekasihnya suka merenung wajahnya,ambik berat hal dirinya dan berbagai-bagai perhatian diberikan. Maka begitulah keadaan orang yang sering diuji. Selalu dipandang ALLAH.
Apabila sering diuji, didatang berbagai-bagai masalah,bilakita tenang dan terima dengan redha dan sabar, pasti ada jalan keluar yang Allah datangkan. Jiwa akan tenang dan lapang. Tidak ada resah dan gelisah apatah lagi rasa serabut.
Maka belajarlah hadapi sesuatu ujian dan dugaaan itu dengan tenang dan terima dengan redha. Redha ini memang mudah disebut sukar untuk diterima. Belajarlah, lama-lama didikan untuk menjadi redha dan sabar akan jadi perhiasan diri.
Sekian entri kali ini, semoga bermanafaat.
Sunday, April 10, 2011
GEMBIRA
bismillahirrahmanirrahim..
maha suci ALLAH yang tak pernah putus memberi nikmat iman dan islam pada tqah dan kita semua..
semalam, ALLAH beri keizinan untuk tqa join satu program daurah di sebuah masjid S, di mana tqa ade "mengangkut" anak-anak usrah tqa ke sana. Alhamdulilllah. ALLAH memudahkan segalanya..
segalanya berjalan dengan baik dan lancar.
-satu kegembiraan-
Banyak orang yang gembira dalam hidup ini..
ada yang gembira sebab dapat makan sedap
ada yang gembira sebab dapat jumpa soulmate
ada yang gembira sebab degree first class
ada yang gembira sebab diri sentiasa di sayangi
nah di sini.. banyak sebab untuk manusia gembira.
tapi bagi tiqah,
orang yang paling gembira, adalah orang yang dia tahu bahawa apa yang die kerjakan bakal mendapat habuan baik di akhirat. die gembira dengan setiap amal baik yang dia lakukan, apatah lagi jika perkara tersebut mendatangkan manfaat bagi orang lain.
dunia atiqah = 23 tahun vs INFINITI
wah, 23 tahun ni selalu je rasa xgembira sbb kadang2 terpaksa berhadapan dengan masalah demi masalah. ye, masalah memang sentiasa datang dan pergi. ini lah HIDUP- haru bertarung dengan masalah.
tapi, tak kisahlah sebab sekejap je nak hidup kat dunia, if nak banding dengan akhirat yang kekal abadi.
hidup dunia yang 23 tahun ni banyak masalah, tapi nakke atiqah hidup susah lagi lama kat akhirat? berkekalan susah sbb kena seksa dek neraka? nauzubillahi minzalik.
jadikan dunia ladang amal untuk ke akhirat. bersusah susah dulu di dunia, bersenanglah di akhirat.
Kegembiraan dunia.
yang gembira di dunia ini ialah apabila atiqah dapat berbakti pada manusia lain. menjadi khalofah terbaik. gembira bila dapat mengajak orang lain dekat pada ALLAH, mentaati ALLAH.
gembira bila dapat membantu orang yang dulunya jahil ttg ISLAM kini mengenal ISLAM
gembira bila dapat membantu orang yang hidupnya tidak mengenal alquran, kini mencintai KALAM allah.
gembira bila dapat berbakti pada kedua ibu ayah
gembira bila dapat mengalirkan kasih sayang suci kepada adik-adik dan rakan muslimah
gembira bila dapat meyiapkan diri untuk menjadi seorang isteri kepada the UNKNOWN MAN.
gembira bila semua yang di atas mendapat redha ALLAH.
gembira. gembira. gembira.
HIDUP DUNIA SEKETIKA.
bergembiralah dengan apa yang ada di depan mata. dan berbuatlah dengan apa yang atiqah ada. hidup ini sangat sekejap untuk mennangis dan menyesal sepanjang zaman. maka di dunia, bergembiralah dengan setiap kurniaan, musibah dan ujian dari RABBmu.
SELAMAT MENJADI GEMBIRA OH HATI ATIQAH.
.
maha suci ALLAH yang tak pernah putus memberi nikmat iman dan islam pada tqah dan kita semua..
semalam, ALLAH beri keizinan untuk tqa join satu program daurah di sebuah masjid S, di mana tqa ade "mengangkut" anak-anak usrah tqa ke sana. Alhamdulilllah. ALLAH memudahkan segalanya..
segalanya berjalan dengan baik dan lancar.
-satu kegembiraan-
Banyak orang yang gembira dalam hidup ini..
ada yang gembira sebab dapat makan sedap
ada yang gembira sebab dapat jumpa soulmate
ada yang gembira sebab degree first class
ada yang gembira sebab diri sentiasa di sayangi
nah di sini.. banyak sebab untuk manusia gembira.
tapi bagi tiqah,
orang yang paling gembira, adalah orang yang dia tahu bahawa apa yang die kerjakan bakal mendapat habuan baik di akhirat. die gembira dengan setiap amal baik yang dia lakukan, apatah lagi jika perkara tersebut mendatangkan manfaat bagi orang lain.
dunia atiqah = 23 tahun vs INFINITI
wah, 23 tahun ni selalu je rasa xgembira sbb kadang2 terpaksa berhadapan dengan masalah demi masalah. ye, masalah memang sentiasa datang dan pergi. ini lah HIDUP- haru bertarung dengan masalah.
tapi, tak kisahlah sebab sekejap je nak hidup kat dunia, if nak banding dengan akhirat yang kekal abadi.
hidup dunia yang 23 tahun ni banyak masalah, tapi nakke atiqah hidup susah lagi lama kat akhirat? berkekalan susah sbb kena seksa dek neraka? nauzubillahi minzalik.
jadikan dunia ladang amal untuk ke akhirat. bersusah susah dulu di dunia, bersenanglah di akhirat.
Kegembiraan dunia.
yang gembira di dunia ini ialah apabila atiqah dapat berbakti pada manusia lain. menjadi khalofah terbaik. gembira bila dapat mengajak orang lain dekat pada ALLAH, mentaati ALLAH.
gembira bila dapat membantu orang yang dulunya jahil ttg ISLAM kini mengenal ISLAM
gembira bila dapat membantu orang yang hidupnya tidak mengenal alquran, kini mencintai KALAM allah.
gembira bila dapat berbakti pada kedua ibu ayah
gembira bila dapat mengalirkan kasih sayang suci kepada adik-adik dan rakan muslimah
gembira bila dapat meyiapkan diri untuk menjadi seorang isteri kepada the UNKNOWN MAN.
gembira bila semua yang di atas mendapat redha ALLAH.
gembira. gembira. gembira.
HIDUP DUNIA SEKETIKA.
bergembiralah dengan apa yang ada di depan mata. dan berbuatlah dengan apa yang atiqah ada. hidup ini sangat sekejap untuk mennangis dan menyesal sepanjang zaman. maka di dunia, bergembiralah dengan setiap kurniaan, musibah dan ujian dari RABBmu.
SELAMAT MENJADI GEMBIRA OH HATI ATIQAH.
.
Subscribe to:
Posts (Atom)

